Penyerang biasanya menyembunyikan identitas komputer yang digunakan untuk menjalankan serangan dengan menyamarkan alamat asal komunikasi network (spoofing). Hal ini tentu akan menyulitkan untuk melakukan identifikasi terhadap sumber serangan dan pada beberapa kasus bisa mengalihkan perhatian ke alamat - alamat IP milik network yang terkait. Membatasi kemampuan penyerangan untuk menyamarkan alamat IP asal tidak secara dramatis dapat mempersingkat waktu untuk melacak balik serangan tersebut sehingga dapat diketahui alamat penyerang tersebut.
Operator jaringan maupun perusahaan penyedia jasa internet dapat memastikan bahwa semua paket data yang keluar dan atau memasuki network mereka dari sebuah situs mempunyai alamat asal yang kosisten dan cocok dengan set alamat situs tersebut. Walaupun masih memungkinkan bahwa alamat disamarkan (spoofed) pada saat masih berada di situs tersebut, namun hal ini memungkinkan kita untuk melacak asal serangan sehingga secara subtansional membantu kelancaran proses untuk menentukan lokasi dan melakukan isolasi terhadap alamat asal serangan.